Rabu, 01 November 2017

📚NICE HOME WORK #5

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learning  How to Learn)

Membuat desain belajar bagaimana belajar, sebelum saya menentukan desain pembelajaran anak, maka saya akan melihat kebelakang terlebih dahulu bagaimana saya belajar. Karena saya tahu setiap manusia yang dilahirkan didunia ini memiliki bakat yang berbeda dan tentunya memiliki cara yang berbeda dalam belajar pula, namun bagaimana hal ini dapat efektif dan juga dapat menjurus kepada Misi kita diciptakan didunia ini yaitu untuk mengabdi kepada Allah Ta’ala.
1.  Masa SD
Dari kecil saya tumbuh dari keluarga yang sederhana, Orangtua saya sedari kecil (terutama Ibu) mengajarkan sikap disiplin dan management keuangan sedari dini. Saya belajar bagaimana bisa mengatur uang jajan yang hanya diberikan sekali dalam sepekan sejumlah RP 3.000 untuk 6 hari sekolah, jadi saat itu jajan maksimal adalah RP 500 per harinya, dan Alhamdulillah dari uang tersebut saya masih dapat menabung dan juga membeli apapun yang saya inginkan (Note : sedari kecil ketika menginginkan sesuatu dibiasakan untuk mencari solusi sendiri dengan menabung). Saya tidak pernah mengeluh karena saya tahu pasti bahwa keluarga kami sangat sederhana. Namun saya tetap bersyukur berada dalam keluarga ini karena saya tidak pernah kekurangan kasih sayang. Dalam sekolahpun Alhamdulillah saya masih dapat meraih prestasi yang membanggakan orangtua, hampir setiap semester saya selalu mendapatken peringkat 1-3, seingat saya dari kelas 1-6 saya selalu menduduki peringkat itu. Bagaimana saya belajar saat itu saya suka membaca dan menghitung, buku apapun itu, dan yang tak kalah penting saat itu saya sangat mengandalkan Allah dalam prestasi, karena sayapun tidak belajar terlalu keras, hanya saya suka membaca dan itulah yang saya lakukan selalu saat itu.
2.  Masa SMP
Naik ke masa remaja yang labil, Orang tua tetap mengajarkan disiplin dan management. Dan juga tambahan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan saat sebelum berangkat ke sekolah dan saat pulang sekolah. Awalnya semua berjalan dengan baik saja, namun saat itu mungkin karena kelabilan saya yang tidak mendapatkan bimbingan dengan baik maka jiwa labil itupun berontak dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yaah,,, salah pergaulan, sebenarnya saya ingin menangis mengingatnya, tapi semoga ini akan menjadi pelajaran bagi saya untuk anak-anak saya kelak. Mungkin karena saya jarang diajak komukasi apa masalah diri saya dengan orang tua, saya tidak punya “teman curhat” yang pas/cocok untuk membimbing dengan sabar dan mendengar seluruh keingin tahuan saya akan dunia remaja sehingga saya tumbuh dalam kondisi yang salah saat itu, tapi saya tetap bersyukur Allah masih menjaga saya dan juga Allah masih mengembalikan saya ketempat dimana saya seharusnya berada. Dan saat itupun Alhamdulillah saya masih bisa menduduki prestasi peringkat 1-2 hingga saya lulus. Bagaimana saya belajar untuk pelajaran sekolah, saat itu saya suka membaca dan menulis, poin-poin penting saya tulis kembali dan itulah yang memudahkan saya menguasai pelajaran sekolah.
3.  Masa SMA
Naik ke jenjang berikutnya saat itu semakin banyak pelajaran yang orangtua berikan kepada saya, terutama belajar mandiri dan lagi-lagi management keuangan. Saat SMA saya sekolah di kota Palu dan masuk Asrama Putri, dan disitulah saya belajar banyak kemandirian. Bagaimana saya harus bertahan hidup dikota orang yang tidak memiliki keluarga dan bagaimana saya bergaul dengan mereka. Satuhal yang memang menjadi sifat saya adalah seorang pendiam dan tidak mudah bergaul, sehingga agak sulit saya berinteraksi dengan mereka semua, akan tetapi saya punya komitmen yang tinggi, saya tidak mau mengecewakan orangtua dan saya mau menjadi orang yang terpelajar (note : dalam keluarga besar saya sangat sedikit yang mampu sekolah sampai SMA atau kuliah). Sehingga itu lah yang memacu saya untuk terus belajar menyesuaikan diri. Jauh dari orang tua, memang tidak mudah, akan tetapi di Asrama saya banyak belajar tentang disiplin waktu baik itu waktu makan, waktu tidur dan waktu belajar. Saya merasa tempaan hidup di Asrama menjadikan saya lebih disiplin, dan matang dalam management keuangan. Bahkan saat SMA saya mampu membeli Hp sendiri dari tabungan saya. Ah masih ingat ternyata sejak SMP lalu saya suka bekerja mencari tambahan uang, entah membantu orang dikebun coklat ataupun dengan menanam sayur dan dijual. Dan saat SMA pun saya sudah belajar bagaimana mendapatkan uang dengan menawarkan jasa. Di sekolah Alhamdulillah saya masih bisa berprestasi, setidaknya peringkat 1-5 selalu saya dapatkan. Satuhal yang merosot yang saya rasakan saat SMA adalah saya tidak menemukan cara yang pas untuk belajar atau entahlah saya lebih banyak tidak fokus dalam pelajaran Sekolah karena kurang PD. Metode belajar yang saya gunakan masih sama yaitu membaca dan menuliskan poin-poin yang saya rasa penting, tapi entah mengapa saya tidak terlalu menyukai lingkungan SMA sehingga saat itu dalam hati kecil saya selalu bergumam, semoga saya cepat lulus dan pindah dari sini. Namun apapun itu saya terus bersyukur akhirnya saya dapat lulus dengan baik.
4.  Masa Kuliah
Di bangku kuliah saya memilih jurusan FARMASI, alasan utama saat saya memilih jurusan ini adalah ketika sebelum ujian SMA saya sakit dan tidak memiliki dana untuk berobat, namun Alhamdulillah ada teman yang mau membantu saya berobat dengan meminjamkan uangnya. Saat itu di Apotek saya berfikir, saya ingin jualan obat dan kalau bisa memberikan GRATIS nagi anak perantau yang kurang mampu, yah... alasan itulah yang menyebabkan saya nyemplung ke jurusan ini. Tapi ternyata di bangku kuliah saya belajar banyak hal dan inilah tempaan hidup yang luar biasa yang pernah saya jalani. Dari semester awal saya sudah berfikir bagaimana mendapatkan uang tambahan agar tidak merepotkan orangtua alhasil saya jualan buku, lalu berpindah jualan herbal, jualan majalah islami, jualan pulsa dan jualan permen-pun pernah J hingga di semester 7 saya akhirnya kerja di Apotek sesuai dengan jurusan saya. Di bangku kuliah Alhamdulillah Allah membukakan pintu hidayah sehingga saya mampu belajar islam seperti saat ini, di bangku kuliah metode saya belajar sedikit berubah. Yang tadinya membaca dan menulis kini, membaca, menulis dan mendengar, bahkan saya lebih cepat hafal saat mendengarkan orang membaca materi.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari belajar bagaimana saya belajar adalah belajar dengan bagaimana yang menyenangkan namun tetap disiplin.
Adapun desain pembelajaran bagi anak-anak saya yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan saya selalu berusaha mengamati dan mengajarkan bagaimana cara belajar yang menyenangkan. Seperti saat ini Khalid 20m dia sedang suka belajar menyusun dan membongkar puzzle serta menumpuk benda-benda. Saya amati saja sambil berusaha berkomunikasi ala saya yang membuatnya tetap enjoy melakukan aktifitasnya Namun tetap berusaha disiplin dengan jam bermain, jadi saat tiba waktu shalat misalnya maka dia akan bergegas siap-siap untuk di ajak ke masjid. Saya ingin mengikuti setiap tumbuh kembangnya dengan baik dan semoga kelak dia akan menjadi penerus genersi yang Mandiri dan disiplin.

By : Wahida Ummu Khalid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar