BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learning How to Learn)
Membuat
desain belajar bagaimana belajar, sebelum saya menentukan desain pembelajaran
anak, maka saya akan melihat kebelakang terlebih dahulu bagaimana saya belajar.
Karena saya tahu setiap manusia yang dilahirkan didunia ini memiliki bakat yang
berbeda dan tentunya memiliki cara yang berbeda dalam belajar pula, namun
bagaimana hal ini dapat efektif dan juga dapat menjurus kepada Misi kita
diciptakan didunia ini yaitu untuk mengabdi kepada Allah Ta’ala.
1. Masa
SD
Dari kecil saya tumbuh dari
keluarga yang sederhana, Orangtua saya sedari kecil (terutama Ibu) mengajarkan
sikap disiplin dan management keuangan sedari dini. Saya belajar bagaimana bisa
mengatur uang jajan yang hanya diberikan sekali dalam sepekan sejumlah RP 3.000
untuk 6 hari sekolah, jadi saat itu jajan maksimal adalah RP 500 per harinya,
dan Alhamdulillah dari uang tersebut saya masih dapat menabung dan juga membeli
apapun yang saya inginkan (Note : sedari kecil ketika menginginkan sesuatu
dibiasakan untuk mencari solusi sendiri dengan menabung). Saya tidak pernah
mengeluh karena saya tahu pasti bahwa keluarga kami sangat sederhana. Namun
saya tetap bersyukur berada dalam keluarga ini karena saya tidak pernah
kekurangan kasih sayang. Dalam sekolahpun Alhamdulillah saya masih dapat meraih
prestasi yang membanggakan orangtua, hampir setiap semester saya selalu
mendapatken peringkat 1-3, seingat saya dari kelas 1-6 saya selalu menduduki
peringkat itu. Bagaimana saya belajar saat itu saya suka membaca dan
menghitung, buku apapun itu, dan yang tak kalah penting saat itu saya sangat
mengandalkan Allah dalam prestasi, karena sayapun tidak belajar terlalu keras,
hanya saya suka membaca dan itulah yang saya lakukan selalu saat itu.
2. Masa
SMP
Naik ke masa remaja yang
labil, Orang tua tetap mengajarkan disiplin dan management. Dan juga tambahan
pekerjaan rumah yang harus diselesaikan saat sebelum berangkat ke sekolah dan
saat pulang sekolah. Awalnya semua berjalan dengan baik saja, namun saat itu
mungkin karena kelabilan saya yang tidak mendapatkan bimbingan dengan baik maka
jiwa labil itupun berontak dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yaah,,,
salah pergaulan, sebenarnya saya ingin menangis mengingatnya, tapi semoga ini
akan menjadi pelajaran bagi saya untuk anak-anak saya kelak. Mungkin karena
saya jarang diajak komukasi apa masalah diri saya dengan orang tua, saya tidak
punya “teman curhat” yang pas/cocok untuk membimbing dengan sabar dan mendengar
seluruh keingin tahuan saya akan dunia remaja sehingga saya tumbuh dalam
kondisi yang salah saat itu, tapi saya tetap bersyukur Allah masih menjaga saya
dan juga Allah masih mengembalikan saya ketempat dimana saya seharusnya berada.
Dan saat itupun Alhamdulillah saya masih bisa menduduki prestasi peringkat 1-2
hingga saya lulus. Bagaimana saya belajar untuk pelajaran sekolah, saat itu
saya suka membaca dan menulis, poin-poin penting saya tulis kembali dan itulah
yang memudahkan saya menguasai pelajaran sekolah.
3. Masa
SMA
Naik ke jenjang berikutnya
saat itu semakin banyak pelajaran yang orangtua berikan kepada saya, terutama
belajar mandiri dan lagi-lagi management keuangan. Saat SMA saya sekolah di
kota Palu dan masuk Asrama Putri, dan disitulah saya belajar banyak
kemandirian. Bagaimana saya harus bertahan hidup dikota orang yang tidak
memiliki keluarga dan bagaimana saya bergaul dengan mereka. Satuhal yang memang
menjadi sifat saya adalah seorang pendiam dan tidak mudah bergaul, sehingga
agak sulit saya berinteraksi dengan mereka semua, akan tetapi saya punya
komitmen yang tinggi, saya tidak mau mengecewakan orangtua dan saya mau menjadi
orang yang terpelajar (note : dalam keluarga besar saya sangat sedikit yang
mampu sekolah sampai SMA atau kuliah). Sehingga itu lah yang memacu saya untuk
terus belajar menyesuaikan diri. Jauh dari orang tua, memang tidak mudah, akan
tetapi di Asrama saya banyak belajar tentang disiplin waktu baik itu waktu
makan, waktu tidur dan waktu belajar. Saya merasa tempaan hidup di Asrama
menjadikan saya lebih disiplin, dan matang dalam management keuangan. Bahkan
saat SMA saya mampu membeli Hp sendiri dari tabungan saya. Ah masih ingat
ternyata sejak SMP lalu saya suka bekerja mencari tambahan uang, entah membantu
orang dikebun coklat ataupun dengan menanam sayur dan dijual. Dan saat SMA pun
saya sudah belajar bagaimana mendapatkan uang dengan menawarkan jasa. Di
sekolah Alhamdulillah saya masih bisa berprestasi, setidaknya peringkat 1-5
selalu saya dapatkan. Satuhal yang merosot yang saya rasakan saat SMA adalah
saya tidak menemukan cara yang pas untuk belajar atau entahlah saya lebih
banyak tidak fokus dalam pelajaran Sekolah karena kurang PD. Metode belajar
yang saya gunakan masih sama yaitu membaca dan menuliskan poin-poin yang saya
rasa penting, tapi entah mengapa saya tidak terlalu menyukai lingkungan SMA
sehingga saat itu dalam hati kecil saya selalu bergumam, semoga saya cepat
lulus dan pindah dari sini. Namun apapun itu saya terus bersyukur akhirnya saya
dapat lulus dengan baik.
4. Masa
Kuliah
Di bangku kuliah saya
memilih jurusan FARMASI, alasan utama saat saya memilih jurusan ini adalah
ketika sebelum ujian SMA saya sakit dan tidak memiliki dana untuk berobat,
namun Alhamdulillah ada teman yang mau membantu saya berobat dengan meminjamkan
uangnya. Saat itu di Apotek saya berfikir, saya ingin jualan obat dan kalau
bisa memberikan GRATIS nagi anak perantau yang kurang mampu, yah... alasan
itulah yang menyebabkan saya nyemplung ke jurusan ini. Tapi ternyata di bangku
kuliah saya belajar banyak hal dan inilah tempaan hidup yang luar biasa yang
pernah saya jalani. Dari semester awal saya sudah berfikir bagaimana
mendapatkan uang tambahan agar tidak merepotkan orangtua alhasil saya jualan
buku, lalu berpindah jualan herbal, jualan majalah islami, jualan pulsa dan
jualan permen-pun pernah J
hingga di semester 7 saya akhirnya kerja di Apotek sesuai dengan jurusan saya.
Di bangku kuliah Alhamdulillah Allah membukakan pintu hidayah sehingga saya
mampu belajar islam seperti saat ini, di bangku kuliah metode saya belajar
sedikit berubah. Yang tadinya membaca dan menulis kini, membaca, menulis dan
mendengar, bahkan saya lebih cepat hafal saat mendengarkan orang membaca
materi.
Kesimpulan yang dapat saya
ambil dari belajar bagaimana saya belajar adalah belajar dengan bagaimana yang
menyenangkan namun tetap disiplin.
Adapun desain pembelajaran bagi
anak-anak saya yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan saya
selalu berusaha mengamati dan mengajarkan bagaimana cara belajar yang
menyenangkan. Seperti saat ini Khalid 20m dia sedang suka belajar menyusun dan
membongkar puzzle serta menumpuk benda-benda. Saya amati saja sambil berusaha
berkomunikasi ala saya yang membuatnya tetap enjoy melakukan aktifitasnya Namun
tetap berusaha disiplin dengan jam bermain, jadi saat tiba waktu shalat
misalnya maka dia akan bergegas siap-siap untuk di ajak ke masjid. Saya ingin
mengikuti setiap tumbuh kembangnya dengan baik dan semoga kelak dia akan
menjadi penerus genersi yang Mandiri dan disiplin.
By : Wahida Ummu Khalid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar