Rabu, 01 November 2017

📚NICE HOMEWORK #3

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

a.  Surat Cinta Untuk Suami
Awalnya saya pun tak yakin dengan apa yang saya tulis untuk suami saya, kali ini seakan saya kehabisan kata, tak tau apa yang akan saya ungkapkan padanya, rasanya terlalu banyak kelebihan nya yang membuat saya selalu jatuh cinta lagi. Hehehe J J J
Alhamdulillah Respon Suami bahagia, bahkan belakangan sering mengatakan “kita seperti pengantin baru lagi J hehehe...
b.  Petensi Kekuatan Anak
Saat ini Alhamdulillah Anak saya Muhammad Khalid Alfatih baru berusia 19m sudah sangat mandiri, saat makan dia akan selalu mau makan sendiri padahal diusianya masih banyak anak yang tak mau makan kalau tidak disuapin. Minum sudah menggunakan gelas sendiri.
Belum terlalu kelitahan potensi apa yang ia miliki saat ini hanya saja dia suka buka-buka buku entah itu soft booknya ataupun buku ysng saya baca juga selalu mau dibuka, sejak usia 8 bulan dia suka sekali bongkar-bongkar buku, jadinya rak buku saya saat itu tdk pernah bisa rapi, tapi biarlah saya fikir dia aktif asal bukunya tidak dilempar atau disobek begitu fikir saya saat itu. Setelah mendapat materi 1 di matrikulasi tentang ilmu saya berniat akan memberikannya hard book tapi sampai saat ini belum dapat bukunya, sehingga masih blm diberikan.
Hal lain yang selalu dia lakukan adalah ketika Azhan berkumandang di Masjid maka dia pun akan memberikan isyarat sambil menunjuk dan mencari sumber suara bahwa “sudah azhan ummi waktunya sholat” maka kadang dia akan sibuk cari baju koko dan minta dipakaikan, atau dia akan berusaha menyimpan baju itu dikepalanya mungkin niatnya mau pakai sendiri J
Saat mendengar murottal maka dia akan terdiam dan menjadi pendengar baik untuk beberapa saat, kemudian mencari-cari sumber suara. Semoga kelak kau akan jadi seorang penjaga Al-Qur’an nak..




c.   Potensi Diri, Suami dan Anak
Saat menuliskan potensi diri saya suami dan anak, saya akan menggabungkannya secara langsung, harapannya saya dapat menangkap hal yang Allah kehendaki pada diri saya saat berada di tengah keluarga kecil ini
1.  Cinta Buku
Berangkat dari hobi saya yang satu ini saya menganggapnya sebagai sebuah potensi/kekuatan bagi diri saya. Karena dengan membaca maka saya akan banyak mengetahui ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya ketahui. Dan dengan membaca maka saya akan banyak belajar bagaimana cara orang menulis dan kemudian akan saya pelajari polanya untuk saya terapkan dalam tulisan saya. Dari hobi membaca ini dapat sedikit membantu suami, karena beliau agak suka membaca jadi biasanya saya disuruh membaca lalu kesimpulannya dibacakan ke suami, yah walau sudah berulang kali saya katakan kepada beliau bahwa akan berbeda rasanya membaca sendiri daripada dibacakan, akan tetapi saya merasa hobi saya sedikit membantu kekurangan suami yang tidak terlalu suka melihat tumpukan buku. Adapun anak saya walaupun potensinya belum terlalu terlihat, akan tetapi saya merasa dia sudah mulai tertarik dengan buku-buku karena sering melihat ummi nya pegang buku. Hehe J
2.    Gigih dan Pantang Menyerah
Sifat gigih dan pantang menyerah ini Saya anggap sebagai potensi yang ada dalam diri saya, karena ketika saya memiliki suatu mimpi maka saya akan berusaha belajar untuk dapat mencapainya, apapun cobaan dan rintangannya saya akan berusaha sabar dan tidak mudah menyerah hingga saya tau atau mendapati hasil yang sesuai atau minimal saya dapat mengetahui prosesnya. Dengan sifat ini saya merasa dapat mendukung suami yang sedari dulu sangat menginginkan menjadi pengusaha maka saya yakinkan beliau untuk segera memulainya, tak lupa saya belajar dan terus belajar bagaimana cara menjalankan usaha dan dasar-dasar syari’at yang menyatakan mulianya seorang pengusaha baik dimata Allah maupun dlm lingkungan ummat. Saat keluarga beliau sangat tidak setuju dengan keputusan suami berhenti dari kerja dan sama-sama mengembangkan usaha kami saat itu yang kami beri label “Muslim Food” yang memproduksi sari kedelai dan Nugget Soya, saya berusaha tetap gigih meyakinkan suami bahwa Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar dan terus berjuang. Saya yakinkan terus beliau untuk terus sabar dan menikmati proses, namun akhirnya usaha itu harus kami tutup karena kesalahan management. Yah walaupun tutup Alhamdulillah saya sudah banyak belajar dan akhirnya apa yang saya impikan dapat tercapai, yaitu Tekat Suamipun saat ini sudah semakin terlihat bersemangat dalam membangun kembali usaha baru kami “Wahida Homey”.
3.    Disiplin
Potensi selanjutnya adalah disiplin. Saya selalu berusaha disiplin dan mengerjakan apa yang sudah saya targetkan untuk dilaksanakan setiap harinya, walaupun kadang juga keteteran. Yah kembali lagi manusia hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan. Kedisiplinan ini juga sangat membantu suami yang sering lupa dengan ruyang harus beliau lakukan. yaah, walaupun saat ini saya belum dapat menerapkan komunikasi yang produktif kepada suami, setidaknya hal ini dapat membantu suami untuk ikut disiplin. Dan saat ini yang akan kami terapkan adalah waktu-waktu bersama dan free gadged. Semoga lekas dapat terlaksana demi terselarasnya visi dan misi keluarga kami J.
d.  Lingkungan Tempat tinggal
Sejujurnya saya bukan tipe orang yang suka “SKSD” ataupun “Nonggo” bahasa jawanya. Dalam hal ini berkumpul bersama para tetangga adalah hal yang hampir sangat jarang saya lakukan. Ketika keluar rumah saya hanya tersenyum dan mengucapkan salam saja, tanpa tahu cara basa-basi kepada mereka. Entahlah disinilah letak kekurangan saya. Berbeda dengan suami, beliau adalah orang yang supel, dan mudah sekali dalam bergaul, sehingga itu sangat membantu saya setidaknya memberikan informasi tentang orang-orang yang tinggal disekitar kami.  Salah satu tantangan terbesar dalam lingkungan yang ingin saya bangun adalah hubungan interaksi di media sosial seperti Fb dan media lainnya yang beberapa waktu lalu pun saya tinggalkan. Melalui media sosial saya ingin membuat jaringan reseller yang luas tanpa syarat yang sulit, tanpa stok barang yang kadang memberatkan para pemula, sehingga mereka hanya perlu “menjual produk” dan insyaAllah mendapatkan komisi dari penjualannya (sistem Marketer). Dan tantangan selanjutnya Saya merasa butuh berbagi dengan tulisan-tulisan saya. Saya ingin menuangkan pengalaman saya dalam tulisan. Karena saya bukan tipe pembicara. Saya berharap tulisan saya dapat menginspirasi dan dapat membangkitkan oranglain untuk semangat dalam berwira usaha ataupun berekspresi menuangkan kreatifitasnya. Saya merasa Online adalah media yang fleksibel dimana kita dapat menembus ruang dan waktu dan mudah tersebar luas sampai keseluruh penjuru dunia. Ini adalah harapan dan impian saya. Semoga saya mampu membantu oranglain dengan usaha saya dan juga tulisan saya.

Sekian

By Wahidatun Hanifah (Wahida Ummu Khalid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar