MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
a. Surat
Cinta Untuk Suami
Awalnya
saya pun tak yakin dengan apa yang saya tulis untuk suami saya, kali ini seakan
saya kehabisan kata, tak tau apa yang akan saya ungkapkan padanya, rasanya
terlalu banyak kelebihan nya yang membuat saya selalu jatuh cinta lagi. Hehehe J J J
Alhamdulillah
Respon Suami bahagia, bahkan belakangan sering mengatakan “kita seperti
pengantin baru lagi J
hehehe...
b. Petensi
Kekuatan Anak
Saat
ini Alhamdulillah Anak saya Muhammad
Khalid Alfatih baru berusia 19m sudah sangat mandiri, saat makan dia akan
selalu mau makan sendiri padahal diusianya masih banyak anak yang tak mau makan
kalau tidak disuapin. Minum sudah menggunakan gelas sendiri.
Belum
terlalu kelitahan potensi apa yang ia miliki saat ini hanya saja dia suka
buka-buka buku entah itu soft booknya ataupun buku ysng saya baca juga selalu
mau dibuka, sejak usia 8 bulan dia suka sekali bongkar-bongkar buku, jadinya
rak buku saya saat itu tdk pernah bisa rapi, tapi biarlah saya fikir dia aktif
asal bukunya tidak dilempar atau disobek begitu fikir saya saat itu. Setelah
mendapat materi 1 di matrikulasi tentang ilmu saya berniat akan memberikannya
hard book tapi sampai saat ini belum dapat bukunya, sehingga masih blm diberikan.
Hal
lain yang selalu dia lakukan adalah ketika Azhan berkumandang di Masjid maka
dia pun akan memberikan isyarat sambil menunjuk dan mencari sumber suara bahwa
“sudah azhan ummi waktunya sholat” maka kadang dia akan sibuk cari baju koko
dan minta dipakaikan, atau dia akan berusaha menyimpan baju itu dikepalanya
mungkin niatnya mau pakai sendiri J
Saat
mendengar murottal maka dia akan terdiam dan menjadi pendengar baik untuk
beberapa saat, kemudian mencari-cari sumber suara. Semoga kelak kau akan jadi
seorang penjaga Al-Qur’an nak..
c. Potensi
Diri, Suami dan Anak
Saat
menuliskan potensi diri saya suami dan anak, saya akan menggabungkannya secara
langsung, harapannya saya dapat menangkap hal yang Allah kehendaki pada diri
saya saat berada di tengah keluarga kecil ini
1. Cinta
Buku
Berangkat
dari hobi saya yang satu ini saya menganggapnya sebagai sebuah potensi/kekuatan
bagi diri saya. Karena dengan membaca maka saya akan banyak mengetahui
ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya ketahui. Dan dengan membaca maka saya
akan banyak belajar bagaimana cara orang menulis dan kemudian akan saya
pelajari polanya untuk saya terapkan dalam tulisan saya. Dari hobi membaca ini
dapat sedikit membantu suami, karena beliau agak suka membaca jadi biasanya
saya disuruh membaca lalu kesimpulannya dibacakan ke suami, yah walau sudah
berulang kali saya katakan kepada beliau bahwa akan berbeda rasanya membaca
sendiri daripada dibacakan, akan tetapi saya merasa hobi saya sedikit membantu
kekurangan suami yang tidak terlalu suka melihat tumpukan buku. Adapun anak
saya walaupun potensinya belum terlalu terlihat, akan tetapi saya merasa dia
sudah mulai tertarik dengan buku-buku karena sering melihat ummi nya pegang
buku. Hehe J
2. Gigih
dan Pantang Menyerah
Sifat
gigih dan pantang menyerah ini Saya anggap sebagai potensi yang ada dalam diri
saya, karena ketika saya memiliki suatu mimpi maka saya akan berusaha belajar
untuk dapat mencapainya, apapun cobaan dan rintangannya saya akan berusaha
sabar dan tidak mudah menyerah hingga saya tau atau mendapati hasil yang sesuai
atau minimal saya dapat mengetahui prosesnya. Dengan sifat ini saya merasa
dapat mendukung suami yang sedari dulu sangat menginginkan menjadi pengusaha
maka saya yakinkan beliau untuk segera memulainya, tak lupa saya belajar dan
terus belajar bagaimana cara menjalankan usaha dan dasar-dasar syari’at yang
menyatakan mulianya seorang pengusaha baik dimata Allah maupun dlm lingkungan
ummat. Saat keluarga beliau sangat tidak setuju dengan keputusan suami berhenti
dari kerja dan sama-sama mengembangkan usaha kami saat itu yang kami beri label
“Muslim Food” yang memproduksi sari kedelai dan Nugget Soya, saya berusaha
tetap gigih meyakinkan suami bahwa Allah akan bersama dengan orang-orang yang
sabar dan terus berjuang. Saya yakinkan terus beliau untuk terus sabar dan
menikmati proses, namun akhirnya usaha itu harus kami tutup karena kesalahan
management. Yah walaupun tutup Alhamdulillah saya sudah banyak belajar dan
akhirnya apa yang saya impikan dapat tercapai, yaitu Tekat Suamipun saat ini
sudah semakin terlihat bersemangat dalam membangun kembali usaha baru kami
“Wahida Homey”.
3. Disiplin
Potensi
selanjutnya adalah disiplin. Saya selalu berusaha disiplin dan mengerjakan apa
yang sudah saya targetkan untuk dilaksanakan setiap harinya, walaupun kadang
juga keteteran. Yah kembali lagi manusia hanya bisa berencana namun Allah yang
menentukan. Kedisiplinan ini juga sangat membantu suami yang sering lupa dengan
ruyang harus beliau lakukan. yaah, walaupun saat ini saya belum dapat
menerapkan komunikasi yang produktif kepada suami, setidaknya hal ini dapat
membantu suami untuk ikut disiplin. Dan saat ini yang akan kami terapkan adalah
waktu-waktu bersama dan free gadged. Semoga lekas dapat terlaksana demi
terselarasnya visi dan misi keluarga kami J.
d. Lingkungan
Tempat tinggal
Sejujurnya
saya bukan tipe orang yang suka “SKSD” ataupun “Nonggo” bahasa jawanya. Dalam hal ini berkumpul bersama para
tetangga adalah hal yang hampir sangat jarang saya lakukan. Ketika keluar rumah
saya hanya tersenyum dan mengucapkan salam saja, tanpa tahu cara basa-basi
kepada mereka. Entahlah disinilah letak kekurangan saya. Berbeda dengan suami,
beliau adalah orang yang supel, dan mudah sekali dalam bergaul, sehingga itu
sangat membantu saya setidaknya memberikan informasi tentang orang-orang yang
tinggal disekitar kami. Salah satu
tantangan terbesar dalam lingkungan yang ingin saya bangun adalah hubungan
interaksi di media sosial seperti Fb dan media lainnya yang beberapa waktu lalu
pun saya tinggalkan. Melalui media sosial saya ingin membuat jaringan reseller
yang luas tanpa syarat yang sulit, tanpa stok barang yang kadang memberatkan
para pemula, sehingga mereka hanya perlu “menjual produk” dan insyaAllah
mendapatkan komisi dari penjualannya (sistem Marketer). Dan tantangan
selanjutnya Saya merasa butuh berbagi dengan tulisan-tulisan saya. Saya ingin
menuangkan pengalaman saya dalam tulisan. Karena saya bukan tipe pembicara.
Saya berharap tulisan saya dapat menginspirasi dan dapat membangkitkan
oranglain untuk semangat dalam berwira usaha ataupun berekspresi menuangkan
kreatifitasnya. Saya merasa Online adalah media yang fleksibel dimana kita
dapat menembus ruang dan waktu dan mudah tersebar luas sampai keseluruh penjuru
dunia. Ini adalah harapan dan impian saya. Semoga saya mampu membantu oranglain
dengan usaha saya dan juga tulisan saya.
Sekian
By Wahidatun
Hanifah (Wahida Ummu Khalid)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar