Sabtu, 30 Maret 2019

Rumah Tinggi Kakak

       Kakak tiba-tiba masuk ke kamar disaat saya sedang membaca Al-Qur'an, kemudian meminta dipeluk sambil berkata

     "Umi peluk, ada rumah tinggi" katanya bersemangat


     Rupanya dia ingin diapresiasi atas karya yang berhasil dibuatnya, tumpukan lego rapih yang tinggi menjulang, ada jendela diujung tumpukan itu, satu gedung lainnya tepat berada disampingnya ada moncong seperti bentuk Krene saat proses pembangunan gedung sedang berlangsung. dan satu gedung lainnya tepat di sampingnya membentuk agak panjang.

     Matanya bersinar penuh semangat menunjukkan betapa ia begitu bahagia atas prestasinya lagi. Saya mengapresiasinya dengan memberikan pelukan hangat serta memuji atas karya terbaiknya. 

        Sampai hari ini beberapa metode komunikasi yang kami terapkan berhasil, kadang ternyata Anak ingin dipuji, dan di beri apresiasi atas karyanya, dengan begitu dia akan semakin bersemangat untuk berkarya. 

       Saya ingin anak saya tumbuh bahagia, salah satunya saya harus bahagia, Alhamdulillah Allah mudahkan saya mencari akar masalah yang sempat membuat saya bungkam begitu lama yang berakibat pada pola komunikasi yang salah pada anak-anak dan emosi yang tak stabil, yah kita memang harus belajar dari kesalahan.

       Dari Kakak, saya belajar bagaimana harus bersabar, harus menggali pola komunikasi kami yang pernah salah, tak ada kata terlambat untuk belajar, 
karena belajar itu sepanjang hayat..



#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar