Kamis, 25 April 2019

Membereskan mainan Part 1

       Alhamdulillah, sampai juga pada tantangan kedua di perkuliahan Bunda Sayang IIP. Tantangan kali ini adalah melatih kemandirian anak. Pada tantangan kali ini saya akan mengajak Kakak Khalid untuk melatih skil kemandiriannya. Skil yang pertama akan saya asah adalah kemandirian dalam membereskan mainan.

       Pagi ini Kakak bangun sendiri tanpa dibangunkan, beberapa kemandirian memang sudah saya latih belakangan, seperti halnya membuka celana dan memakainya kembali, memasang popok ketika hendak tidur, menyiram PUP dan juga membasuh kemaluan seusai BAK.

       Kali ini fokus saya adalah mengasah kemandirian membereskan mainan.

       Sejak semalam, ada beberapa mainan yang masih terhambur dilantai ruang tamu. semalam memang kami dari rumah nenek, sehingga saat pulang anak-anak sudah lelah karena bermain dan akhirnya tidak lagi membereskan mainannya. Usai mandi pagi, Kakak meminta untuk mendengarkan Murottal Animasi seperti biasanya, saya membiasakan agar kiranya yang dihafal terlebih dahulu adalah kalamullah dibandingkan lagu-lagu anak-anak.

        Kesempatan ini saya pergunakan untuk melatih kemandiriannya, sebelum menonton, maka ruang tamu yang masih ada mainannya harus dibereskan terlebih dahulu dan menyimpannya rapi dikeranjang mainan. Saya sampai saat ini masih terus melatih komunikasi produktif saya dengan Kakak. Berkomunikasi dengan Kakak memang harus menggunakan intonasi yang selembut mungkin, dan selalu menggunakan metode KISS.

        Beberapa kali saya meminta tolong padanya

       "Kakak, bisa tolong Umi bereskan mainan?" tanyaku.

       Kakak hanya melengos dan berlari ke kamar. sesaat kemudian saya meminta lagi hal yang sama belum juga berhasil. kali ketiga Saya kembali meminta tolong dengan janji akan di apresiasi pelukan jika telah selesai membereskan mainan. Kali ini Kakak berhasil keluar kamar dan mengambil robot-robot yang terletak dilantai.

       Rupanya robot itu masih jauh lebih tertarik dia mainkan daripada menonton. Akhirnya saya biarkan dia bermain dahulu. Setelah kira-kira Kakak capek ternyata dia mau menonton, dan saat itu saya kembali meminta tolong untuk membereskan mainan terlebih dahulu. 

       Tak langsung berhasil, karena ternyata hanya beberapa mainan yang berhasil dimasukkan keranjang, dia sudah tak sabar untuk menonton. akhirnya saya memberi sedikit bantuan dengan mengumpulkan mainan dengan sapu, lalu Kakak menyimpan di keranjang.

       Alhamdulillah, belum berhasil 100%, tapi setidaknya Kakak mau membantu saya membereskan mainannya sendiri, berproses, konsisten, sabar dan komunikasikan dengan baik. mungkin ini Kunci keberhasilan dalam melatih kemandirian. 




#Hari1
#Gamelavel2
#tantangan10hari
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
@InstitutIbuProfesional



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar