Makan siang kali ini saya sempatkan untuk
berbincang dengan Abi mengenai pola pendidikan berbasis fitrah yang pernah saya
ikuti workshopn-nya pekan lalu, saya menyampaikan sedikit yang sempat saya tangkap dari
workshop tersebut yang intinya adalah bagaimana mengembalikan fitrah anak-anak
sesuai dengan misi spesifik yang telah diberikan Allah kepadanya. Saya juga menyampaikan
bahwa pendidikan sejatinya berawal dari
rumah dan kita sebagai orangtua harus
mengambil peran tersebut dengan sungguh-sungguh. Biarlah ketika mungkin saat ini kita merasa bahwa kita tidak
mengetahui bakat kita dimana, tapi ketika kit bersungguh-sungguh dalam
membersamai anak dalam menemukan bakatnya InsyaAllah kita akan menemukan bakat
kita. Kemudian saya meminta pendapat Abi
bagaimana menurutnya tentang pendidikan sekollah saat ini. dan ternyata
pandangan kami sama mengenai pola pendidikan
di sekolah saat ini, standarisasi membuat anak-anak menjadi stres dan
bahkan dapat mematikan bakatnya.
Sayapun
membahas sedikit tentang anak yang katanya kurang IQ nya disekolah akan tetapi
memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan jiwa sosial yang baik, buktinya dia
mampu menjadi Ketua Osis disekolahnya, menurut pengamatan saya anak ini memang unik,
sedari kecil saya mengenalnya sebagi anak yang memiliki banyak kosa kata
(cerewet) mungkin suatu saat dia bisa menjadi humas atau lainnya sesuai
bakatnya “Semoaga Terkabul Ya Allah” bisik saya dalm hati. Saya mengamati gerak
tubuh suami saya walaupun di tidak mengatakan sepatah katapun dari tadi karena
saya menyampaikannya dengan sangat antusias, dan suamipun akhirnya berkata “hmm jadi
begitu di’? pendidikan berbasis fitrah”.
Dn makan siang kami hari ini dittp dengan kesimpulan ini.
InsyaAllah
kami berdua akan sama-sama menguatkan visi dalam mendidik anak-anak sesuai
dengan fitrahnya, karena pendidikan yang sesungguhnya berawal dari rumah.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar